Islamic Center Kaltim

Mesjid Baitul Mutaqien

Saat memasuki Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, tepat saat melintasi jembatan Sungai Mahakam, perhatian akan terarah pada sebentuk bangunan megah yang sangat indah. Bangunan tersebut adalah Masjid lslamic Center Kaltim atau Mesjid Baitul Mutaqien.

Masjid ini memiliki luas bangunan utama 43.500 meter persegi. Untuk luas bangunan penunjang adalah 7.115 meter persegi dan luas lantai basement 10.235 meter persegi. Sementara lantai dasar masjid seluas 10.270 meter persegi dan lantai utama seluas 8.185 meter persegi. Sedangkan luas lantai mezanin (balkon) adalah 5.290 meter persegi. Mesjid ini mampu menampung sekitar +/- 50.000 jemaah.

Masjid megah ini bergaya arsitektur khas Turki dengan kombinasi unsur Eropa, Timur Tengah, dan Indonesia. Perpaduan aneka gaya arsitektur tersebut dapat dilihat dari kubah yang mengadopsi model kubah Masjid Haghia Sophia di Istanbul, Turki dan penempatan gerbang-gerbang tinggi nan megah ala Eropa kuno. Adapun desain menara terinspirasi oleh menara Masjid Nabawi, Madinah.

Masuk bangunan masjid akan kita temui selasar yang mengelilingi masjid. Selasar menghubungkan gerbang utama dan menara utama menuju bangunan utama masjid. Interior dan material finishing selasar penghubung sangat indah. Kolomnya yang berjumlah ratusan buah dilapis cat tekstur halus dengan kolomnya dari batu alam oster yellow. Lantainya menggunakan material keramik dengan border granit. Sedangkan plafonnya dari kayu nyatoh lapis cat melamik. Pada dinding sisi dalam menempel lampu-lampu lapis kuningan dengan warna kekuningan sebagai penerang di malam hari yang menimbulkan kesan romantis.

Di masjid ini terdapat pula tempat wudhu yang berada di tengah-tengah plaza depan masjid, di sisi kiri dan sisi kanan masjid. Konon, Plaza masjid mampu menampung 10.000-an jamaah. Sebuah beduk dengan diameter 1,8 meter seolah menyambut jamaah di serambi masjid.Serambi dihiasi lampu gantung kristal dan lampu dinding yang unik bertuliskan kaligrafi huruf Arab. Masjid dilengkapi elevator, lift, serta jalur khusus penyandang cacat untuk memudahkan orang mencapai lantai yang lebih tinggi.

Ruang utama shalat menampilkan kesan yang tak kalah megah namun menyejukkan. Penggunaan material granit pada lantai dengan pilihan warna krem muda beraksen garis vertikal hitam semakin padu dengan dinding mihrab berwarna gelap.

Plafon ruang utama yang mengikuti bentuk kubah berhias lukisan garis abstrak geometris bermotif bintang dan lampu gantung kuningan yang mengelilingi sisi luar lingkaran daiarr. kubah, menimbulkan kesan megah.

Menurut rencana, pembangunan Masjid lslamic Center ini merupakan tahap awal pembangunan pusat peradaban Islam di Kalimantan Timur. Diharapkan, keberadaan masjid in dapat membangkitkan semangat kebersamaan masyarakat setempat.